Foto Family yang Simple, Namun Memuaskan – Sufen’s Family

Hari ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman saya motret family (family photo shoot). Client saya bernama Sufen dari Jakarta. Mereka datang ke Bali untuk liburan akhir tahun. Sufen kontak saya melalui WhatsApp dan menanyakan tentang foto family.

Kebetulan beberapa kali saya sempat mendapat request untuk foto family. Setelah saya kirimkan hasil foto saya, ada beberapa konsep foto yang dia inginkan sesuai dengan foto yang pernah saya buat. Dan akhirnya kami menemui kata sepakat kemudian menentukan tanggal dan tempat pemotretan.

Sempat Kena Macet

Pada hari pemotretan, kami sepakat bertemu di Sardine Restaurant di daerah Seminyak dan saya tiba 30 menit sebelumnya. Ketika saya kontak, Sufen dan family masi kena macet. Sembari menunggu, saya diminta memesan minum dulu. Saya melihat ada Corona, minuman yang digemari Torreto di film Fast and Furious dan saya pun tertarik. Akhirnya, saya memesan yang itu. Tak lama berselang Sufen beserta keluarga pun datang sebelum saya sempat meneguk Corona yang saya pesan.

Setelah berbincang sejenak sambil melihat-lihat lokasi, akhirnya kami start foto. Karena Sufen bilang foto family dan kebetulan saya tidak tanya jumlah personnya, yang saya kira mungkin 4 atau 5 orang saja, ternyata mereka ber-10.

Ternyata, yang ikut foto family banyak juga. Untung saya bawa “senjata pamungkas.”

Syukurnya saya membawa lensa all around. Lensa 24-70 keluaran Sigma for Nikon yang saya sering pakai untuk liputan saya bawa juga. Ini untuk mengantisipasi apabila tempat foto tidak memungkinkan untuk jarak jauh dan semua bisa terselesaikan dengan satu lensa.

Foto Family Dimulai

Photo shoot pun dimulai. Karena kebetulan saya juga datang dari bepergian, jadi saya tidak mengajak asisten untuk sesi foto ini. Ya, semua saya handle sendiri.

Keluarga Sufen ini terdiri dari kakek, nenek, Sufen, suami, dan dua orang anaknya, serta keluarga adiknya yang juga punya 2 orang anak. Jadi, saya bagi saja, berawal dari keluarga kecilnya Sufen. Pastinya karena dia yang bayar. Wkwkwkwk. Selanjutnya keluarga kecil adiknya dan foto bersama.

Dalam foto family saya tidak ingin terlalu banyak mengarahkan pose apalagi ada anak-anak yang susah diarahkan. Jadi saya lebih mengarahkan orang tuanya dan untuk foto bersama. Sisanya semua saya abadikan secara candid dan ya, hasilnya tidak mengecewakan. Karena saya juga suka melihat ekspresi natural dari anak-anak yang mungkin sangat jarang diabadikan oleh keluarganya.

Saat pemotretan, entah kenapa kamera yang saya gunakan tidak berfungsi. Hanya kedip-kedip di indicator baterai. Kemungkinan baterai bermasalah. Beruntungnya saya membawa 2 body dan beberapa baterai cadangan. Jadi sambil saya ajak ngobrol (seolah-olah tidak terjadi apa-apa) saya langsung mengganti kamera yang saya gunakan dan photo shoot pun berjalan normal.

Sesi Foto Family di Lokasi Pemotretan Kedua

Setelah mendapatkan beberapa foto di Sardine Restaurant, kami pindah ke restoran dengan view pantai di daerah dekat sana, yaitu di La Luciola. Di tempat ini saya bisa lebih banyak berkreasi karena tempatnya lebih luas, ada rumput dan pantai, dan sebelumnya juga saya pernah photo shoot di sini.

Oya, ngomong-ngomong, Corona saya yang saya pesan di Sardine Restaurant hanya sempat saya minum dua teguk saja dan itu pun terburu-buru karena kami pindah lokasi ke La Luciola.

Pemotretan di lokasi kedua berjalan dengan sangat lancar dan tak terasa waktu kerja saya pun sudah habis. Sufen me-review hasil-hasil foto saya di kamera dan dia suka. Besoknya, saya mengirimkan semua file kepada Sufen untuk dipilih. Dan beberapa hari kemudian saya mendapatkan pesan serta keputusan tentang beberapa file yang telah dipilih untuk diedit.

Bagi saya mendapatkan pesan seperti ini merupakan kebanggaan tersendiri karena telah bisa mengabadikan momen kebersamaan keluarga dan yang terpenting adalah mereka menyukainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *